Archive for the 'Web Server' Category

Membuat cron jobs di Linux dari shell command

5 Aug 2008

Scheduled taskDi Windows kita mengenal “Task Scheduler” untuk penjadwalan tugas, di Linux dikenal sebagai Cron1.

Misalkan kita ingin melakukan backup atau update database MySQL setiap akhir bulan. Maka kita perlu menuliskan perintah setiap tugas-tugas ini (disebut dengan Cron Jobs) ke dalam sebuah file skrip yang akan disimpan pada Crontab2.

Sebagai contoh kita akan membuat satu cron job yaitu melakukan update database mysql otomatis setiap awal bulan pukul 01:00. Skenarionya: Sebuah program di intranet melakukan upload file update.zip (berisi file update.sql) ke server. Lalu file yang sudah diupload dijalankan dengan cron setiap awal bulan secara otomatis.
Read more »

Memasukkan data MySQL berukuran besar melalui shell (linux server atau windows server)

4 Aug 2008

Logo MySQLUntuk memasukkan data mysql bisa menggunakan phpMyAdmin dan melakukan “import”. Cara yang cukup mudah. File yang diimport dapat berupa file archive/terkompres seperti file .gz dan .zip

Namun impor menggunakan phpMyAdmin memiliki banyak kelemahan. Selain lebih lambat, cara ini tidak selalu berhasil jika yang diimpor adalah file data berukuran besar karena hal ini sangat dipengaruhi oleh setting yang telah ditentukan server:

phpMyAdmin (config.default.php)
$cfg['ExecTimeLimit'] = 300;

php (php.ini)
Resource Limits, Data Handling, File Uploads, dsb
Read more »

Memindah XAMPP ke drive atau folder lain tanpa install ulang

23 May 2008

Pindahkan folder XAMPP ke tempat lain yang anda inginkan. Boleh ke drive lain atau ke folder lain. Pada contoh kasus sebuah folder XAMPP dipindahkan dari D: ke E:

Catatan Penulis: Tips ini telah diujicoba di Windows.

Ada 3 file konfigurasi utama yang harus diedit:

  1. XAMPP\apache\conf \http.conf (Apache)
  2. XAMPP\apache\bin\php.ini (php)
  3. XAMPP\mysql\bin\my.cnf (MySQL)

Read more »